Rabu, 29 September 2010

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU & MEMBACA AL-QUR’AN

Pengetahuan yg kurang tentang Islam bisa jadi karena pelajaran agama ditempatkan sama dengan ilmu pengetahuan lain (IPA, IPS dsb) yg cuman dipelajari klo mau ulangan & dilupakan klo ulangannya dah selesai. Ilmu agama dipahami sebatas akal, tidak diresapi ke dalam hati. Selain itu, merasa ilmu dari sekolah itu sudah cukup sehingga tidak belajar dari sumber2 lain, bosan mendengar ceramah, bercanda ketika mendengarkan khotbah, dsb. Manusia pikir semakin banyak tau semakin merasa kebanyakan aturan, hingga memilih untuk lebih baik tidak tau. Tapi perlu disadari bahwa ”tidak tau” itu sangat2 berbeda dg ”tidak mau tau”. Hudzaifah Ibnuh Yaman r.a. ditanya, ”Malapetaka apakah yg paling besar yg menimpa umat manusia?” Ia menjawab, ”Apabila dihadapkan kepadamu sesuatu yg baik & sesuatu yg buruk lalu kamu tidak tau yg manakah yg kan kamu pilih”. Untuk mengetahui mana yg baik mana yg buruk tentu dibutuhkan pemahaman ilmu. Bahkan, kalau kebanyakan manusia tidak mau tau bin cuek terhadap ilmu, bisa jadi kiamat sudah dekat, karena Rasulullah saw bersabda, ”Di antara tanda2 hari kiamat adalah diangkatnya ilmu pengetahuan, disebarnya kebodohan, diminumnya khamr (minuman keras), dan merebaknya perzinaan” (HR Bukhari).

Sebenarnya aturan2 Islam itu ditetapkan untuk kebaikan kita. Misalnya kita ambil contoh Microsoft. Yg menciptakan kan Bill Gates, jadi yg paling tau tu dia khan? Trus dia bikin aturan main berupa buku manual sebagai petunjuk penggunaan. Caranya gini gitu, gak boleh diginiin gak boleh digituin dsb. Klo para pengguna tu tidak mau tau petunjuk penggunaan tersebut, bakalan salah pencet lah, programnya gak bisa jalan lah, cepet rusak lah dsb. Begitupun manusia. Allah yg menciptakan. Allah yg paling tau aturan main yg terbaik buat kita. Tergantung kitanya, mau belajar aturan main Allah ato kagak. Mau mengkaji Al-Qur’an & sunnah ato gak, mau nanya ke para ulama/orang2 yg lebih tau ato gak, supaya kita bisa jawab soal & lulus di ujian akhir akhirat kelak. Ketika kita paham, bukan rasa terkekang kok yg muncul, tapi rasa bahwa Allah itu ingin melindungi kita, bahwa Allah itu sayang kita. Di riwayat Bukhari-Muslim, dikisahkan bahwa pada suatu perang, seorang ibu terpisah dari bayinya. Ibu itu menangis terus & terus berusaha mencari anak yg sangat disayanginya itu. Mereka akhirnya dipertemukan. Tentu saja ibu itu sangat bahagia, tak henti memeluk & mencium anaknya. Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabat, ”Tegakah ibu tersebut melemparkan anaknya ke api?”, sahabat menjawab, ”Tidak ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah berkata, ”Demi Allah, sungguh Allah lebih sayang terhadap hamba-hamba-Nya daripada ibu ini terhadap anaknya.”

Keutamaan Hadir di Majelis Ilmu :
1. ”Tidak berkumpul suatu kaum di sala satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi-Nya” (HR Abu Dawud)
2. Seperti berkumpul di taman surga (HR Ibn Umar)
3. “Tidaklah seseorang mendapatkan sesuatu yg lebih berharga daripada ilmu karena ilmu mengantarkan pemiliknya kepada petunjuk & mencegahnya dari kebunasaan. Seseorang tidak dapat lurus agamanya sebelum lurus akalnya” (ath-Thabrani)
4. “Barangsiapa yg dikehendaki kebaikan oleh Allah swt, maka dia akan dipahamkan tentang agama” (HR Bukhari-Muslim)
5. Mempelajari sungguh2 satu ayat lebih baik dari shalat sunnah 100 rakaat, satu bab lebih baik dari shalat sunnah 1000 rakaat (HR Ibn Majah)

Keutamaan Membaca & Mempelajari Al-Qur’an :
1.”Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari)
2. ”Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya” (HR Tirmidzi)
3. ”Perumpamaan orang yg membaca al-Qur’an sedang ia hafal, dengannya bersama para malaikat yg suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya (belum lancar membacanya) maka baginya dua pahala” (Mutafaq ’alaih)
4. ”…karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca” (HR Tirmidzi)
5. ”Siapa saja membaca al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagai sinar matahari, dan dikenakan kepada orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia” (HR Hakim)
6. ”Puasa dan al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat…” (HR Ahmad dan al-Hakim)
Wallahua’lam bisshowab.

(disarikan dari berbagai sumber dalam rangka pengisian acara Remaja Masjid Ash-Shiddiqiyah Sraten Permai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar